Wakil Ketua DPRD Kab. Ketapang, Elmantono, dan Junaidi, SP.,M.Si (Ketua Harian MABM) , Achmad Sholeh, ST. (Angota DPRD Kab. Ketapang) serta Sekretaris DPRD Drs. Maryadi Asmui’ei hadiri Peresmian Jembatan Kuning Kyai Mangku Negeri (Jembatan Pawan 5) yang terletak di Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan dan Desa Negeri Baru Kecamatan Benua Kayong, minggu (31/03/2019). Peresmian Jembatan tersebut dilakukan oleh Bupati Ketapang Martin Rantan, SH.,M.Sosl, dihadiri Gubernur Provinsi Kalimantan Barat H. Sutarmidji, SH.,M.Hum. Wakil Ketua DPRD Provinsi Hj. Suma Jenny Heryanti, SH.,MH, Kapolres Ketapang AKBP Yuri Hidayat, Dandim 1203 Letkol Kav Jamian, Sekda H. Farhan, SE.,M.Si., Kepala OPD, Tokoh adat, tokoh agama serta Tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Junaidi, SP.,M.Si (Wakil Ketua DPRD) yang juga Ketua Harian MABM Ketapang pada sambutannya menyampaikan apsresiasi dan ucapan terimakasi kepada Pemerintah Kab. Ketapang yang telah menyelesaikan Pembangunan Jembatan, terutama Nama jembatan atas intruksi Bupati mempercayakan Kepada Tokoh Adat Melayu sesuai sebagaimana penghargaan atas gagasan Alm. Uti Konsen kemudian dirintis oleh Bupati terdahulu H. Morkes Effendi, S.Pd.,M.H. yang akan diresmikan Jembatan Pawan 5 dengan nama “ Jembatan Kuning Kyai Mangku Negeri” dan telah disepakati Pemerintah Kabupaten Ketapang. Selain itu Pemerintah Kab. Ketapang juga telah membebaskan lahan Sekitar 2 hektar pada tahun 2018 untuk pembangunan Rumah Adat Melayu yang berhadapan dengan Rumah Adat Dayak.
“Semoga Tahun 2020 bisa dianggarkan minimal untuk bangunan pondasi,” ungkapnya Junaidi, SP.,M.SI
Bupati Ketapang Martin Rantan, SH.,M.Sos dalam sambutannya menguraikan Jembatan ini memiliki panjang 249,57 M membentang Sungai Pawan, lebar 8 M dengan kekuatan bisa mencapai umur 100 tahun, jembatan dimulai pembangunan pada tahun 2017 masa kepemimpinan H. Morkes Effendi, S.Pd.,M.H. dengan dana Rp 66. 805. 818.000 Milyar, 2011 dianggarkan pembangunan struktur lantai jembatan Rp. 9.000.000.000, pada tahun 2012 s/d 2015 terhenti pembangunannya, dilanjutkan tahun 2016 dengan Anggaran Rp 17.500.000.000 dan tahun 2017 Rp 3.500.000.000, ditahun 2018 penyelesaian pekerjaan RP 9.000.000.000 Total keseluruhan Biaya Pembangunan Jembatan RP 95.805.818. Bupati Ketapang mengucapkan terima kasih kepada H. Morkes Effendi atas jerih payah beliau dalam pembangunan ini, dan nama Jembatan tersebut merupakan penghargaan kepada beliau yang telah membangun Kabupaten Ketapang.
“ Doakan agar selalu sehat dan dapat melanjutkan apa yang menjadi cita-cita beliau (H. Morkes Effendi),’ ujar Bupati Martin Rantan, SH.,M.Sos.
Gubernur Provinsi Kalbar H. Sutarmidji, SH.,M.Hum, dalam sambutannya mengatakan informasi gembira kepada masyarakat, khususnya masyarakat tidak mampu supaya anak-anaknya jangan sampai Putus Sekolah, sesuai dengan misi Gubernur Kalbar dalam Program Pendidikan beliau menyampaikan, akan menganggarkan kepada setiap siswa Rp 100.000 per/Bulan serta menganggarkan 150.000 set /Kursi dan meja Sekolah, beliau juga akan anggarkan 60 ribu beasiswa kepada keluarga yang tidak mampuh untuk anak yang sekolah di Swasta , “jadi siswa siswi tidak perlu membayar iuran/SPP lagi,” Ujar Gubernur.
“Apabila Bupati Ketapang bisa menyiapkan lahan kurang lebih 3 Hektar saya akan bangunkan SMK Unggulan,’ Ujar Gubernur kalimantan Barat ini.
Selain focus pada Program pendidikan Gubernur kalimantan Barat H. Sutarmidji, SH.,M.Hum. akan lebih memprioritaskan pembangunan desa, tahun depan, anggaran Provinsi sebesar 20 % akan diarahkn untuk Pembangunan Desa. Selain itu Gubernur mengatakan Sesuai permintaan masyarakat tokoh Adat Melayu Gubernur Provinsi Kalimantan Barat akan membantu anggaran Rp 1.000.000.000 untuk pembangunan Rumah Adat Melayu di Kabupaten Ketapang. Ungkap beliau dalam sair pantunnya .